Kamis, 20 Maret 2008


Senin, 17 Maret 2008

CONSTRUCTIVISM

1918

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gambar dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.


***

Pada akhir perang dunia I th 1918, Lenin mengamati tentang tugas/peran rusia selanjutnya dalam perang. Dengan cara itu ia menyeting tingkat/tahap pertumbuhan ekonomi dan teknologi yg dijalani. Perang itu telah mengajari kita banyak,tdk hanya tentang orang2 menderita,tp khusuna efek dari orang2 itu yg memiliki teknologi,organisasi,mesin2 terbaik yg muncul ke atas. Ini penting untuk mempelajari bahwa tanpa mesin2, tanpa disiplin2, itu tdk mungkin untuk hidup dalam lingkungan modern. Ini penting untuk menguasai teknologi tertinggi/terbaik atau tertindas.
Artis2 dalam masa itu terpengaruh oleh perubahan2 teknologi,penemuan2 ilmu pengetahuan,dan pendekatan baru akan pemikiran dan agama.
para pelukis pendukung futurism, dan org2 tertinggi/penting terpengaruh oleh - tertarik dalam - merespon radio,mesin tulis (telegrafis), psawat terbang, foto berwarna, sinar x, gambar2 emosi, kendaraan yg berhubungan dg mobil, org2 penganut komunis, org2 psikolog, zaumism (untuk menamai hanya sedikit)...dan kerusakan akan perang dunia


Merupakan kesenian resmi pemerintahan Bolshevik.

Pergerakan yg artistik dan arsitektur di russia dari 1919 ke depan (khususna yg ada skarang stelah revolusi oktober) yg dimana membuang seni "alami" dlm kebaikan sebuah seni yg digunakan sebagai sebuah instrumen untuk tujuan sosial, spesifikna untuk sebuah konstruksi sistem sosial. Paham konstruksi sebagai sebuah kekuatan aktif berakir sampai kira2 tahun 1934,mempunyai efek yg bermanfaat untuk seni Repubik Weimar and daerah lain na, sebelum diganti oleh Socialist Realism **(paham sosial berbicara ttg keadaan sebenarna)**Tema2/motif2 nya scr tersebar timbul kembali di pergerakan2 seni laen nya sjak itu.

ASAL MULA
Istilah perbaikan seni pertama digunakan sebagai sebuah istilah ejekan oleh Kazimir Malevich untuk mendeskripsikan pekerjaan milik Alexander Rodchenko pada tahun 1917. Paham Constructivism **(perbaikan)** pertama muncul sebagai sebuah istilah positif dalam deklarasi realisme Naum Gabo tahun 1920. Alexei Gan menggunakan'nya sebagai judul buku Constructivism'nya, yg dimana diterbitkan tahun 1922. Constructivism adalah sebuah hasil perkembangan prang dunia pertama milik org2 penganut futurism rusia. dan khususnya "corner counter relief" Vladimir tatlin, yg dimana sudah dipamerkan tahun 1915. Istilah ini sendiri akan dirubah oleh pemahat Antoine Pevsner dan Naum Gabo, orang yg mengembangkan sebuah industri,sedikit mendekati pekerjaan mreka, ketika geometrik abstrak nya berhutang sesuatu untuk menjadi Kasimir Malevich suprematism. Dasar pengajaran untuk pergerakan baru yg ditaruh oleh lembaga Enlightenment (atau Narkompros) budaya dan pendidikan kementrian pemerintahan Bolshevik dipimpin oleh Anatoly Vasilievich Lunarcharsky, orang yg menghilangkan academy seni2 Petrogard yg lama dan sekolah seni lukis,seni pahat dan arsitektur Moscow tahun 1918. IZO, kantor lembaga artistik berjalan selama perang sipil org2 Russia yg dimana sebagian besar oleh kaum Futurism, org yg mempublikasikan jurnal seni komune. Fokus dari Contructivism di Moskow adalah VKhuTEMAS, skolah untuk seni dan desain yg didirikan tahun 1919. Gabo lalu menyatakan bahwa pengajaran di skolah dulu difokuskan lebih pada diskusi politik dan ideologi drpd pembuatan karya seni. Meskipun begitu, Gabo sendiri mendesain sebuah alat pemancar radio pada tahun 1920 (dan akan mengajukan sebuah desain kepada kompetisi di istana Soviet pd tahun 1930. Contructivism sebagai teori dan praktek sendiri berasal dari rangkaian perdebatan/diskusi di INKhUK (lembaga kebudayaan artistik) di Moscow, dr th 1920-22. Stelah turun jabatan dari kedudukan utamanya, Wassily Kandinsky dengan paham mistiknya, pekerjaan grup pertama para Constructivist (termasuk Liubov Popova, Alexander Vesnin, Rodchenko, Varvara Stepanova, dan para ahli teori Alexei Gan, Boris Arvatov dan Osip Brik) akan datang saat sebuah definisi dari paham Contructivism sebagai combinasi faktura : objek kepemilikan material penting dan tektonika. Pada mulanya para penganut paham Contructivism bekerja pada 3 dimensi perbaikan sebagai sebuah langkah pertama untuk partisipasi di industri: pameran OBMOKhU (lingkungan artis2 muda) menunjukkan adanya tiga dimensi campuran, oleh Rodchenko,Stepanova,Karl loganson dan Stenberg bersaudara. Lalu definisi tadi akan diperpanjang untuk 2 dimensi pekerjaan seperti buku2 atau poster2, dengan montase dan faktographi menjadi penting.

Art in the service of the Revolution

Para Contructivist sama banyaknya melibatkan dirinya dalam desain untuk industri dan bekerja untuk festival umum dan mendesain jalan2 untuk mengenang revolusi pemerintahan Bolshevik bulan Oktober. Mungkin tempat2 yg paling terkenal untuk itu adalah Vitebsk, yg dimana logam dan bangunan propaganda UNOVIS grup milik Malevich dilukis (paling dikenal sebagai poster El Lissitzky mengalahkan orang2 putih dengan Red Wedge (1919)). Diinspirasikan oleh deklarasi Vladimir Mayakovsky 'jalan2 sikat2 kita, bangunan2 segi 4 papan tipis kita', artis2 dan para pendesain berpartisipasi di kehidupan umum sepanjang perang sipil. Salah satu contoh yg menarik adalah festival yg diusulkan untuk konggres Comintern tahun 1921 oleh Alexander Vesnin dan Liubov Popova, yg dimana menyerupai perbaikan pameran OBMOKhU yg sama baiknya dengan pekerjaan teater mreka. Waktu itu ada sesuatu persamaan yg besar di periode ini antara paham Contruktivism dan Proletkult, ide2 tentang kebutuhan untuk menciptakan sebuah budaya baru menyerang sebuah 'chord' dengan para Contructivist. Dan juga beberapa Contructivist dilibatkan secara besar2an di 'ROSTA Windows', sebuah kampanye informasi publik Bolshevik pada sekitar tahun 1920. Beberapa orang yg paling populer adalah para penulis sajak Vladimir Mayakovsky dan Vladimir Labedev.

Sebagai bagian dari permulaan pergerakan anak2 muda Soviet, org2 Constructivist memilih sebuah pandangan artistik yg terarah untuk meliputi pengertian, aktivitas material, dan seluruh semangat manusia. Artis2 pun mencoba untuk mencipatakan pekerjaan2 yg akan dapat menarik para pengamat keluar dari pengaturan tradisional and membuat mreka menjadi seorang pengamat yg aktif dlm pekerjaan seni. Ini memiliki beberapa kesamaan dengan teori 'membuat aneh ' org2 formal Russia, dan oleh sebab itu pimpinan teori mreka Viktor Sklovsky bekerja erat dengan para Constructivist, sebagai dimana yg dilakukan oleh formalis seperti Osip Brik. Teori2 ini dulu dicoba di teater, khususnya di tempat kerja Vsevolod Meyerhold, orang yang sudah mendirikan apa yg org panggil sbg 'Teater di Bulan Oktober'. Meyerhold mengembangkan sebuah gaya akting 'biomekanikal', yg dipengaruhi oleh sirkus dan oleh teori pengelolaan pengetahuan milik Frederick Winslow Taylor. Sementara itu tahap pertumbuhan mengatur seperti Vesnin, Popova dan Stepanova yg dites oleh ide spatial para Constructivist di kondisi umum. Sebuah versi tahap yg lebih populer ini dikembangkan oleh Alexander Tairov, dengan tahap yg diatur oleh Aleksandra Ekster dan Stenberg bersaudara. Ide2 ini dapat bekerja mempengaruhi direktur2 Jerman seperti Bertolt Brecht dan Erwin Piscator, sama baiknya sepert ipermulaan layar lebar Soviet.



Tokoh-tokohnya :
Vladimir Tatlin (1895-1956)
- Dikenal sebagai penemu Constructivisme Rusia. Mengunjungi di studio paris di mana dia melihat pahatan2 milik picasso yg dibuat dari material2,kertas,tali senar,kardus,kayu,logam,kaca, dan plastik.

Tatlin, ‘Seni Konstruksi’ dan Produktivisme

Photomontase oleh Tatlin menunjukkan desain bajunya, 1924.

Hasil karya yang resmi menurut undang-undang gereja adalah usulan dari Vladimir Tatlin untuk monumental dari Third International (1919) yang mengkombinasikan estetik mesin dengan teknologi komponen dinamik seperti lampu sorot dan layer projector. Publisitas Gabo mengkritik desain Tatlin dengan menyebut pembangunan fungsional rumah dan jembatan atau menciptakan seni murni, adalah tidak kedua-duanya. Ini telah memicu suatu kebalikan mayor dalam kelompok Moskow pada tahun 1920 sewaktu Gabo dan Pevsner Realistic Manifesto menyatakan inti spiritual untuk kemajuan. Ini menentang pihak yang bermanfaat danversi adaptasi dari konstruktifisme yang diadakan oleh Tatlin dan Rodchenko. Karya Tatlin segera dipamerkan oleh para seniman di Jerman sebagai revolusi dari seni: sebuah foto pada tahun 1920 menampilkan George Grosz dan John Heartfield memegang plakat berbunyi ‘Seni adalah Mati –Seni Mesin Tatlin yang Bertahan Lama’, sementara desain untuk menara diterbitkan oleh Bruno Taut, majalah Fruhlicht.

Menara Tatlin dimuali dari period perubahan ide antara Moskow dan Berlin, sesuatu yang didorong kembali oleh El Lissitzky dan Ilya Ehrenburg majalah Jerman-Soviet Veshch-Gegenstand-Objet yang menebarkan ide dari ‘Seni Konstruksi’, seperti yang dilakukan oleh pameran Konstruktivis pada tahun 1922 Russische Ausstellung di Berlin, yang dikepalai oleh Lissitzky. ‘Konstruktifis internasional’ dibentuk, yang mempertemukan para seniman Dadaisme dan De Stijl di Jerman pada tahun 1922. Para partisipan dalam international berjangka pendek ini termasuk Lissitzky, Hans Richter, dan Laszlo Moholy Nagy. Bagaimanapun ide dari ‘seni’ telah menjadi antema dari konstruktivis Rusia. Tatlin adalah yang pertama menjawabnya dan berniat mentransfer talentanya ke industri produksi, dengan desainnya untuk tungku perekonomian, untuk para pekerja dan untuk furniture. Elemen utopia dalam Konstruktivisme adalah mempertahankan oleh ‘letatlin’nya, mesin terbang yang ia kerjakan sampai 1930an.

Konstruktivisme dan Konsumerisme

Pada tahun 1921, Kebijakan Ekonomi Baru ditempatkan di Uni Soviet, dimana kembali diperkenalkan kapitalisme terbatas kedalam ekonomi Soviet. Rodchenko, Stepanova, dan lainnya sedang membuat iklan untuk kerjasama yang sedang diadakan dalam kompetisi dengan bisnis komersial. Penyair Vladimir Mayakovsky dan Rodchenko bekerja bersama-sama dan menyebut diri mereka “konstruktur periklanan”. Bersama mereka mendesain gambar yang menarik menampilkan warna-warna cerah , bentuk geometric, dan tipografi yang tebal. Penggunaan tipografi dari desain-desain tersebut didesain dengan unsure menciptakan suatu reaksi, dan fungsi dari emosional dan level yang substansial –yang paling sering didesain untuk pertokoan Mosselprom di Moskow, untuk perdamaian, minyak masak, bir dan produk lainnya dengan pernyataan Mayakovsky bahwa ‘tidak ada dimanapun kecuali Mosselprom’ adalah salah satu yang terbaik yang pernah ia tulis.

PENGARUH

Pada abad terakhir, seni diambil alih dalam banyak arah oleh kemajuan seperti fauvisme, kubisme, dan dadaisme. Kubisme dan futurisme tampaknya mempunyai pengaruh paling kuat dalam pengembangan dari suprematisme dan konstruktivisme. Karya kubis adalah oleh kebanyakan orang menjadi pengaruh utama dari kemajuan sisi abstrak dari seni dengan Pablo Picasso dan Georges Braque menjadi lebih berpengaruh ddari kubis. Kubis mendirikan pondasi untuk abstraksi dalam suprematisme dan konstruktivisme dengan “memperkenalkan konsep desain independent dari alam”. Abstraksi dalam seni mengikuti kubisme secara umum jatuh kedalam dua kategori: (1) Objektif –konstruksi diatas referensi terhadap suatu objek; dan (2) Non-objektif –konstruksi tanpa referensi apapun terhadap objek aslinya. Suprematisme adalah non-objektif karena banyak dari mereka adalah pematung konstruktivis. Futurisme juga pengaruh yang kuat terhadap pengguna konstruktivis dari material tidak traditional dengan seniman futuris Boccioni menggunakan rambut, kaca, dan papan kartu untuk membuat beberapa dari karya seninya. Dadaisme juga tampaknya mempunyai pengaruh pada karya konstruktivis dengan ketebalan, penggunaan warna merah datar, hitam, abu-abu dan putih, abstrak tapi dengan layout yang teratur dan tipografi yang kuat dalam banyak karya dadaisme. Diluar seni itu sendiri, hal lain yang mempunyai pengaruh pada suprematisme dan konstruktivisme seperti industrialisasi Eropa yang sangat cepat menekan kea rah timur sampai Rusia, dan revolusi di tahun 1905, sementara hampir tidak mempunyai efek dari pemerintah, sisal atau masalah ekonomi, atau kebijakan asing Rusia. Ini menunjukkan keseimbangan dalam kekuatan antara dua kekuatan political utama yang ada di Kerajaan Soviet pada waktu itu dan membuat kekacauan untuk merubah dan “dress rehearsal”, seperti yang disebut Lenin, untuk revolusi dari 1917. Masalah ini menjadi topic yang disimbolisasikan kedalam banyak karya konstruktibis dan suprematisme.

Banyak supremarisme, seperti Vladimir Tatlin, bekerja dalam pabrik atau pekerjaan berat yang mempengaruhi mereka untuk mencoba hal baru dengan material baru. Eksperimentasi Tatlin meresmikan kemajuan seni baru di Russia pada saat yang sama bahwa suprematisme membangun popularitas dalam republic komunis. Gaya baru ini disebut Konstruktivisme. Nama ini pertama muncul dalam judul dari eksibisi kecil yang bertitel Konstruktivisme dan Konstruktivisty, yang diadakan oleh Vladimir Stanberg, Georgii Stenberg, dan Konstantin Medunetskii yang mana pelukis abstrak dikritik karena ketidakmampuan mereka untuk memecahkan secara bebas dari hanya berseni dan bagaimana mendeskripsikan bagaimana konstruktivisme telah berkembang dari aplikasi praktikal. Seperti suprematisme, konstruktivisme adalah kemajuan yang kecil dari era industrial di Rusia. Vladimir Tatlin memulai eksperimennya dengan gayanya yang baru di Russia pada awal 1915. Ia mendeskripsikannya sebagai “Seni kedalam Hidup!”. Nama “Konstruktivisme” adalah deskripsi diri karena para seniman akan menggunakan material seperti besi, kabel, beton,plastic, dan bahkan kayu yang membangun karya tiga dimensional mereka. Bagaimanapun, beberapa seniman menggunakan media seperti fotografi dan lithografi. Kary ini oleh konstruktivis biasanya unik dan abstrak, juga simetrikal dan tebal. Karya ini biasanya membawa banyak simbolisme dan arti lebih dari lukisan suprematisme atau pematung konstruktivis. Konstruktivisme juga sangat geometrical dengan garis dan kurva yang simple dan tebal. Konstruktivis lain termasuk para seniman seperti Naum Gabo, Eva Hesse, Antoine Pevsner, Lazlo Moholy-Nagy, dan Anton Mikailovich Lavinskii, dan beberapa diantara mereka. Seniman ini sangat dipengaruhi dalam pertumbuhan popularitas dari konstruktivisme pada awal 1920an. Tetapi kemungkinan karya konstruktivis yang paling terkenal adalah Monument to the Third International milik Tatlin, model untuk struktur arsitektural yang besar berdiri hingga 400 meter didesain menggunakan prinsip konstruktivis geometric. Menara ini berbentuk spiral, konstruksi dari besi. Dengan eksosskeletonnya menjadi empat bentuk geometric: kubus pada lapisan bawah, pyramid pada bagian atasnya, silinder di atas pyramid, dan bentuk hemisphere kecil di atasnya.




Minggu, 16 Maret 2008

Album

Album The White Stripes yang berjudul De Stijl
Sewaktu kami sedang mencari data-data tentang De Stijl, kami melihat cover album The White Stripes, yang menurut kami sangat inovatif, menarik dengan karakter De Stijl yang kuat. Kami sangat menyukai cover album ini karena sangat berseni menurut kami. Kami beri rating bintang 5 untuk cover album ini ^^ kerenn~~

De Stijl



De Stijl

De Stijl (dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan De Still; dari bahasa Belanda dari “The Style”), juga diketahui sebagai neoplastisisme, adalah pergerakan artistic dari Belanda, yang ditemukan pada 1917. Istilah De Stijl digunakan sebagai tubuh kreatif dari kelompok seniman Belanda, dari 1917 sampai 1931. De Stijl juga adalah nama dari jurnal yang dipublikasikan oleh pelukis dan kritikus Theo van Doesburg, mempropagandakan teori kelompok. Selain Van Doesburg, kelompok filosofi adalah para pelukis seperti Pet Mondrian dan Bart van der Leck, dan arsitek Gerrit Rietvield dan J.J.P. Filosofi artistic yang dibentuk dari basic kerja kelompok juga dikenal sebagai neoplastisisme –seni plastic baru (atau Nieuwe Bleeding di Belanda).

Para pendukung dari De Stijl mencoba untuk mengekspresikan utopia baru yang ideal dari keharmonisan spiritual. Mereka penyokong abstraksi murni dan keuniversalan oleh reduksi ke esensial dari bentuk dan warna –mereka menyederhanakan komposisi visual dari arah vertikal dan horizontal, dan hanya menggunakan warna-warna primer bersamaan dengan warna hitam dan putih.


Prinsip dan Pengaruh

Nama De Stijl seharusnya diambil dari Gottfried Semper’s Der Stil in den technischen und tektonischen Künsten oder Praktische Ästhetik yang dipercaya menganjurkan materialisme dan fungsionalisme. Secara umum, De Stijl mengusulkan kesederhanaan dan abstraksi pokok, baik dalam arsitektur dan lukisan, dengan hanya menggunakan garis lurus (horizontal dan vertical) dan bentuk persegi panjang. Perbendaharaan kata formal mereka adalah terbatas ke warna-warna primer merah, kuning, dan biru dan tiga warna primer lainnya hitam, putih, dan abu-abu. Aliran ini menghindari simetri dan mencapai bentuk keseimbangan estetik dengan penggunaan yang berlawanan.

Dalam karya tiga dimensional, garis vertical dan horizontal diposisikan dalam lapisan atau bidang yang tidak memotong, dengan cara demikian mempermudah setiap elemen untuk berdiri secara independen dan tidak terhalangi oleh elemen-elemen lain. Fitur seperti ini dapat ditemukan dalam Rietveld Schröder House dan Red and blue chair.

Kemajuan de Stijl dipengaruhi oleh lukisan Kubisme, seperti ilmu kebatinan dan ide-ide tentang bentuk geometric ‘ideal’ (seperti garis lurus yang sempurna) dalam neoplatonik filosofi dari ahli matematika M. H. J. Schoenmaekers. Karya De Stijl bisa mempengaruhi gaya Bauhaus dan gaya internasional dari arsitektur sama juga dengan fashion dan desain interior.

Dalam musik, De Stijl hanya terpengaruh pada composer Jacob van Domselaer, teman dekat Mondrian. Antara 1913 dan 1916 ia menciptakan Proeven van Stijlkunst ('Eksperimen dalam gaya), yang kebanyakan diinsiparikan dari lukisan Mondrian. Minimalistik ini, pada waktunya, revolusioner musik mendefinisikannya sebagai elemen musik ‘horisontal’ dan ‘vertikal’, dan tertuju pada keseimbangan dari dua prinsip. Van Domselaer yang hampir tidak dikenali sepanjang hidupnya, dan tidak memerankan peran yang signifikan dalam De Stijl.


Sejarah

Sejarah awal dari suatu kesibukan dari kemajuan seni baru yang mengikuti impresionis revolusioner baru dari lukisan persepsi, kubisme bangkit pada awal abad 20an sebagai arah baru yang esensial dan paling berpengaruh. Di Belanda juga muncul ketertarikan dalam ‘seni baru’.

Bagaimanapun, karena Belanda tetap netral dalam Perang Dunia I, seniman Belanda tidak bisa meninggalkan kota setelah 1914, dan mereka terisolasi dari dunia seni internasional, dan secara particular dari Prancis, yang menjadi pusat seni pada masa itu.

Selama period tersebut, pelukis Theo van Doesburg mulai mencari seniman lain untuk bekerja sama dan memulai sebuah pergerakan seni. Van Doesburg juga seorang penulis, penyair, dan kritikus, yang telah sukses menulis tentang seni daripada bekerja sebagai seniman independent.


Penemu De Stijl

Composition with Yellow, Blue, and Red 1939-42. Piet Mondrian. Oil on canvas. 72.5 x 69 cm. London, Tate Gallery.


Sekitar tahun 1915, Van Doesburg memulai pertemuan seniman yang akhirnya menjadi penemu dari jurnal. Ia pertama bertemu Piet Mondrian di eksibisi di museum Amsterdam Stedelijk. Mondrian, yang pindah ke Paris pada tahun 1922 (dan kemudian merubah namanya menjadi “Mondriaan”), telah mengunjungi Belanda sewaktu masa perang. Ia tidak bisa kembali ke Paris, dan menetap di komuniti artis Laren, dimana ia bertemu Bart van der Leck, dan M. H. J. Schoenmaekers. Pada tahun 1915, Schoenmaekers menerbitkan Het nieuwe wereldbeeld ('The New Image of the World'), yang diikuti pada tahun 1916 oleh Beginselen der beeldende wiskunde ('Principles of Plastic Mathematics'). Dua penerbitan buku ini sangat mempengaruhi Mondrian dan para seniman lainnya pada masa De Stijl.

Van Doesburg juga mengenal J.J.P. Oud dan seniman Hongaria Vilmos Huszàr. Pada tahun 1917, kerja sama dari para seniman ini, bersama-sama dengan penyair Anthony Kok, yang dihasilkan dalampendiri aliran De Stijl. Arsitek muda Gerrit Rietveld yang juga bergabung pada tahun 1918.

Pada beberapa tahun pertama, kelompok De Stijl tetap homogen, walaupun Van der Leck keluar pada tahun 1918 karena berbeda pendapat.Keadaan social dan ekonomi pada masa itu membentuk suatu sumber inspirasi penting untuk teori mereka, Ide mereka tentang arsitektur sangat dipengaruhi oleh Berlage dan Frank Lloyd Wright.

Nama dari Nieuwe Beelding adalah istilah yang pertama dibuat oleh Mondrian, yang menulis seri dari 12 artikel yang disebut De Nieuwe Beelding in de schilderkunst ('Neo-Plasticism in Painting'), yang diterbitkan dalam jurnal De Stijl. Pada tahun 1920 ia menerbitkan buku berjudul Le Neo-Plasticisme.

Setelah 1920


Theo van Doesburg: Arithmetische Compositie (1924)

Sekitar tahun 1921, karakter grup tersebut mulai berubah. Dari waktu Van Doesburg berasosiasi dengan Bauhaus, pengaruh lainnya mulai ambil peran. Pengaruh ini didominasi oleh Malevich dan konstruktivisme Rusia, yang tidak semua anggota De Stijl menyetujuinya. Pada tahun 1924 Mondrian keluar dari grup setelah Van Doesburg mengusulkan teori dari elementarisme, mengusulkan bahwa garis diagonal lebih vital dibanding horizontal dan vertical. Pengaruh dadais, seperti penyair I.K. Bonset dan ‘anti-filosofi’ Aldo Camini menghasilkan suatu kontroversi. Hanya setelah Van Doesburg meninggal, terungkap bahwa Bonset dan Camini hanyalah nama samaran dari Van Doesburg.


Setelah Kematian Van Doesburg

Theo van Doesburg meninggal di Davos pada tahun 1931. Karena peran Van Doesburg yang sangat penting dalam De Stijl, kelompok tersebut akirnya terpecah. Beberapa anggota tetap menjalin hubungan dengan anggota lainnya, tetapi De Stijl tidak bisa eksis tanpa karakter sentral yang kuat. Sehingga bisa salah untuk berpikir kalau De Stijl sebagai kumpulan seniman yang saling bersatu.

Banyak, walaupun tidak semua, seniman tetap pad aide dasar pergerakannya, bahkan setelah 1931. Rietveld, sebagai contoh, melanjutkan desain furniturnya menurut prinsip De Stijl, sementara Mondrian melanjutkan bekerja dalam gayanya sendiri sekitar tahun 1920an. Van der Leck, kembali pada komposisi figurativenya.


Pengaruh Pada Arsitektur

Pengaruh De Stijl pada arsitektur masih dipertimbangkan, setelah 1931. Mies van der Rohe adalah pendukung paling penting dari ide-idenya. Antara tahun 1923 dan 1924, Rietveld mendesain TheRietveld Schröder House, satu-satunya bangunan yang selesai dibangun menurut prinsip De Stijl.


Masa Kini

Anggota De Stijl menyebar ke seluruh dunia, tetapi eksibisi De Stijl tetap terorganisir secara teratur. Museum dengan koleksi De Stijl yang banyak termasuk The Gemeentemuseum di The Hague, koleksi Mondrian, dan Amsterdam Stedelijk Museum, dimana banyak hasil karya dari Rietveld dan Van Doesburg yang dipajang. The Centraal Museum of Utrecht memiliki koleksi Rietveld terbanyak dari seluruh dunia. Juga memiliki The Rietveld Schröder House.

Berikut ini adalah beberapa karya dari seniman-seniman De Stijl:

Piet Mondrian, Trees, 1912, oil on canvas, 37 X 27 7/8 inchi (94 X 70.8 cm), Carnegie Museum of Art, Pittsburgh, PA.
Sebuah lukisan dari period dimana karya Mondrian sedang dalam tahap memasuki “De Stijl”.










Piet Mondrian, Color Planes in Oval, 1913-14, oil on canvas, 42 3/8 x 31 inchi

(107.6 x 78.8 cm), Museum of Modern Art, NY.


see thumbnail to right



Piet Mondrian, Composition C, 1920, oil on canvas, 23 3/4 x 24 inchi (60.3 x 61 cm), Museum of Modern Art, NY.


see thumbnail to left



Piet Mondrian, Composition, 1921, oil on canvas, 29 7/8 x 20 5/8 inchi (76 x 52.4 cm), Museum of Modern Art, NY.







Piet Mondrian, Painting, I (Tableau I), 1926, oil on canvas; pengukuran diagonal, 44 3/4 x 44 inchi (113.7 x 111.8 cm), Museum of Modern Art, NY



see thumbnail to left




Theo van Doesburg (1883-1931), Composition X

, 1918, oil on canvas, 64 x 43 cm,Georges Pompidou Center, Paris.




see thumbnail to right




Gerrit T. Rietveld (Dutch, 1884-1964), Red-Blue Chair, c. 1923, hardwood dilapisi biru, merah, dan kuning, 34 1/8 x 26 x 33 inchi (86.7 x 66 x 83.8 cm), tinggi kursi 13 inches (33 cm), Museum of Modern Art, NY. Walaupun desain kursinya yang konsisten dengan estetik dari De Stijl, yang dipamerkan di eksibisi Bauhaus pada tahun 1923.



Gerrit T. Rietveld, Schroder House, 1924-25, steel beams dan columns, wood dan concrete, Utrecht, The Netherlands.




Gerakan seni
Belanda yang non-figuratif, yang juga disebut dengan Neo-Plastisisme. Pada tahun 1917 sekelompok seniman, arsitek, dan penyair yang terorganisir dibawah nama yang sama De Stijl, dan sebuah jurnal dari nama yang sama diresmikan. Ketua dari pergerakan ini adalah para seniman seperti The van Doesburg dan Piet Mondrian. Mereka mengajukan suatu seni murni, subjek eliminasi dalam elemen vertical dan horizontal dan penggunaan dari warna-warna primer dan hitam putih. Kecermatan mereka dari pengaruh ekspresi arsitek, prinsipnya dari J.P.P. Oud dan Gerrit Rietveld. Pergerakan ini bertahan sampai tahun 1931; dalam arsitek sedikit yang memakai dan menerapkan prinsip De Stijl.

Sabtu, 15 Maret 2008

Grafik


Judul : Maimon and the moongose poster Artis : Danank Pambayun Deskripsi : Poster promosi dari Skank Band ini mengambil ide dan style dari psychedelic art, sebuah visual yang merepresentasikan boomers feeling yang di kemas dengan urban look Website : www.tragiklabs.com

Art Magazine

Parkett majalah seni yang dipublikasikan dalam kolaborasi dengan artis kontemporer penting lainnya, yang mengeksplor beberapa esai dengan penulisan dan kritik.




1984, Émigré

Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

Vector Addict!!


Vector model yang keseluruhan imagenya dibentuk menggunakan pen tool hingga pada ornamen-ornamen floralnya. Terlibat juga unsur-unsur Art Nouveau pada gambar ini karena ada ornamen floral di pinggir-pinggir gambar.

Rabu, 12 Maret 2008

ART NOUVEAU

"art may be beautiful but art for the sake of progress is even more beautiful"
Victor Hugo
ART NOUVEAU DI DUNIA
Art Nouveau adalah nama Belgia / Perancis dari seni yang berkembang karena reaksi dari sekolah-sekolah akademik pada akhir abad XIX (1894-1914). Perkembangan ini terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Seni ini memiliki banyak nama di masing-masing Negara. Beberapa dinamai dengan suatu nama yang cukup terkenal, misalnya "Style Guimard" di Prancis, "Jugendstil" di Jerman, dan "Stile Liberty" di Itali. Sisanya hampir secara keseluruhan dinamai dengan sesuatu hal yang merujuk kepada hal-hal yang relatif baru, misalnya "Art Nouveau" di Prancis, Modernism di Spanyol, "Nieuwe Kunst" di Belanda atau "Sezessionstil" di Austria. Di masing-masing Negara, "Art Nouveau" mempunyai identitasnya sendiri-sendiri dan terkadang seniman-seniman pada saat itu saling menentang satu sama lain. Tetapi, di atas semua ini, di antara Negara-negara maupun seniman-seniman, dapat kita tinjau kembali, banyak poin-poin umum di setiap perkembangan.

ART NOUVEAU DI CATALONIA
Sebelum memperkenalkan The Catalan Art Nouveau (dinamakan di Catalan "Modernisme"), ini sangat menarik untuk mengetahui konteks Eropa itu sendiri di mana perkembangan itu terjadi. The Art Nouveau adalah sebuah perkembangan artistic yang terjadi pada akhir abad XIX sampai awal abad XX. Sumber pertama Art Nouveau adalah di Inggris oleh John Ruskin (1819-1900), yang terpengaruh oleh seni gothic, ia mempublikasikan banyak buku tentang literature, lukisan, arsitektur, seni pahat, estetika, dan tema-tema sosial lainnya. Bakat seninya yang luar biasa pada semua seni yang digelutinya, membawanya pada para pelukis primitif Italia, di antaranya the English pre-Raphaelites atau Turner.Ia adalah seorang propagandis seni. Ide-idenya telah dipengaruhi the Arts and Crafts movement yang memimpin kembalinya sesuatu yang bersifat alami (nature), desain-desain indah bentuk-bentuk yang menawan, gerak-gerak yang bergelombang dengan sangat menarik, di mana dipresentasikan dengan sayuran, buga-buga, serangga, ikan-ikan, naga dan burung-burung yang berwarna-warni. The Art Nouveau mendapatkan ekspresinya di seni yang berbeda-beda bentuknya, seperti dinding-dinding batu, yangs erring dihiasi dengan ornament-ornamen.

Art Nouveau Media
Dua Dimensi Art Nouveau dilukis, digambar, dan dicetak dalam wujud yang cukup popular, misalnya iklan-iklan, poster, label, majalah, dan sejenisnya.

Pembuatan Gelas adalah sebuah area di mana style tersebut menemukan ekspresi yang luar biasa hebatnya, misalnya karya Louis Comfort Tiffany di New York, Charles Rennie Mackintosh di Glasgow dan Emile Galled an dua bersaudara Daum di Nancy, Prancis.

Perhiasan pada periode Art Nouveau adalah merupakan kebangkitan dari seni perhiasan yang sebagai inspirasi pokok, dikomplementasikan oleh level baru dari keahlian dalam teknik men-enamel dan perkenalan dari material-material baru, seperti misalnya batu-batuan yang cukup berharga

Dengan adanya Art Nouveau, berbagai macam perhiasan muncul, yang termotivasi oleh desianer seniman daripada tukang pembuat perhiasan itu sendiri sebagai pembuat batu-batuan berharga.
Para pembuat perhiasan Paris dan Brussels mempraktekan Art Nouveau pada perhiasan-perhiasan mereka, dan di kota-kota ini pulalah tercapai kemashyurannya. Para kritikus kontemporer Prancis mengetahui bahwa perhiasan sedang berada pada sebuah tahap transformasi yang radikal dan desainer perhiasan dan pembuat gelas Prancis, René Lalique itulah yang mencetuskan pikiran ini. Lalique mengagungkan kealamian pada perhiasan yang terinspirasi oleh pertemuannya dengan seni Jepang.
Para pembuat perhaisan sangat giat untuk membangun gaya baru pada tradisi orang-orang bangsawan, dan oleh sebab itu mereka melihat kembali ke arah Renaissance, dengan perhiasan-perhiasannya yang terpahat dan dilapisi emas.

Art Nouveau, Seni Rupa Abad Milenium

Liputan6.com, Washington DC: Museum National Gallery of Art di Washington DC mulai pekan ini akan menghadirkan kembali aliran art nouveau. Tidak tanggung-tanggung, 350 mahakarya mulai dari karya seni rupa pecah belah, lukisan, hingga seni ukir perabot dan arsitek digelar dalam pameran ini. Koleksi tersebut berasal dari 20 negara dan 80 museum di seluruh dunia. Nama-nama tokoh art nouveau seperti Hector Guimard, Louis Majorelle, dan Francois Rupert Carabin turut hadir beserta mahakaryanya di hadapan publik Washington DC hingga 28 Januari 2001. Selanjutnya, pameran yang tergolong besar ini akan berlangsung di Museum Metropolitan Art Tokyo mulai 21 April pada tahun yang sama. Kurator Museum Victoria and Albert dari London, Paul Greenhalgh mengatakan, perjalanan seni dan budaya menembus waktu telah membuahkan hasil yang dramatis pada setiap pergantian abad. Mulai dari revolusi seni di Prancis pada abad ke-18. Dilanjutkan dengan perkembangan dramatis lansekap tahun 1900. Selanjutnya, memasuki tahun 2000 ini timbul aliran seni yang mampu meraih citra populer yaitu art nouveau. Gerakan seni yang lahir di Prancis seratus tahun silam ini sebenarnya masih tergolong muda dibandingkan dengan gerakan seni lainnya. Namun, menurut Greenhalgh, pengaruh art nouveau mampu mewarnai cara pandang dunia terhadap seni di masa jayanya. Karya-karya seni rupa itulah yang kini diseleksi sekelompok kurator seni di Amerika Serikat pada pameran akbar itu

Apa sebenarnya art nouveou itu?
bagaimana penerapannya pada suatu rumah tinggal?

Art Nouveau adalah sebuah aliran/ langgam/ style seni rupa modern yang marap pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Eropa daratan. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Karya Art Nouveau biasanya dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Di arsitektur ada beberapa nama yang identik dengan Art Nouveau, misalnya kota Barcelona dan Katedral La Sagrada Familia yang identik dengan arsitek Antonio Gaudi (dokumentasi karyanya bisa dicari di toko-toko buku) dan C.R. Mackintosh. Art Nouveau dapat diidentikan dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi, belum lagi dengan penerapan bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse (atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).

Modern Movements
Art Nouveau dan Art Deco, gaya Art Nouveau berkembang pada masa 1892-1900, pertama kali terjadi di Belgia dan meyebar ke Eropa sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Liberty di Inggris, Style Moderne di Prancis dan lain-lain.
Art Nouveau Style adalah gaya extravaganza dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan wanita.
Art Deco Lahir di Paris 1925 pada sebuah pameran International Exposition des Arts Decoratifs. Pada pameran itu, ada dua pavilion yang lain dari peserta lainnya pada masa itu. Sampai-sampai ada pengunjung membuat lelucon bahwa kedua pavilion itu terbuat dari kotak-kotak peti kemas. Dengan style yang sangat kaku, geometrik, konstrukstif tipikal Rusia dan satu pavilion kecil sebuah majalah seni, L'Esprit Nouveau New Spirit), yang di desain oleh dua orang sepupu CharlesEdouard dan Pierre jeanneret yang dikenal sebagai Le Corbusier.
Style ini adalah gaya yang berkembang karena kejenuhan masyarakat akan art nouveau yang dianggap terlalu dekoratif. Sebagian besar format art deco adalah bentuk geometris yang lebih jazzy/stylish dan seringkali terinspirasi dari dunia Afrika, dengan kayu-kayu tropis, menggunakan motif inlays, zebra dan leopard.

Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.

Pengaruh Art Nouveau
Awal abad ke-20, Toulouse–Lautrec dan rekan-rekan segenerasinya membanjiri kota-kota penting Eropa dengan poster bercorak Art Nouveau. Sebagian besar seniman poster terkemuka dari masa serba indah ini, Belle Epoque, hidup dan berkarya di Paris, melahirkan berbagai varian Art Nouveau yang memperkaya corak seni rupa modern Barat.

Seni poster ini menyebar ke seluruh Eropa, bahkan hingga ke Amerika Serikat dan hadir di baris depan budaya masyarakat urban. Di Perancis, adalah café dan dunia hiburan, lengkap dengan produk rokok dan alkoholnya, menjadi pihak pemesan poster yang paling aktif. Di Italia, peran ini diambil oleh kelompok opera dan industri fashion. Di Spanyol, pertunjukan adu banteng dan berbagai festival kota; di Belanda, dunia penerbitan sastra dan produsen alat-alat rumah tangga; di Jerman, berbagai pameran dagang dan majalah; di Inggris dan Amerika, berbagai penerbitan jurnal sastra dan pentas sirkus. Sebuah risalah menyebutkan bahwa ada masanya ketika kota Paris, Milan, Berlin, Madrid, menjadi galeri seni yang panjang dan berliku di sepanjang jalan-jalan rayanya.
Art Nouveau telah terkenal dan diketemukan antara tahun 1880-an sampai 1910-an. Perkembangannya berjalan di bawah bendera seni yang akan memutuskan semua hubungan dari masa-masa klasikal, dan berpengaruh untuk menurunkan pembatas dari seni murni dan seni terapan. Art Nouveau lebih dari seni biasa. Seni ini merupakan seni yang dapat mempengaruhi cara berpikir tentang modern society dan metode-metode yang baru muncul.

Art nouveau mempunyai pengaruh yang sangat dalam pada bermacam-macam seni dan perkembangan desain, yang terus berlanjut untuk meneg,bangkan desain yang terintegrasi, termasuk diantaranya adalah De Stijl, sebuah perkembangan seni desain Belanda 1920-an, dan German Bauhauss School di era tahun 1920-an dan 1930-an.
Berikut ini adalah beberapa gambar yang mengandung unsur Art Nouveau:


Window in the Winchester "Mystery House," c. 1890s (house built 1884-1922)









Dua Karya diatas diciptakan oleh Alphonse Mucha

































































Art Nouveau Abbesses

























Pintu Kathedral Art Nouveau, Paris
Barcelona Art Nouveau












Spanyol, Barcelona, Art Nouveau Arsitektur






































Selasa, 11 Maret 2008

GERAKAN SENI DAN KRIYA (ART AND CRAFT MOVEMENT)

Gerakan seni dan kriya

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Klasifikasi

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Contoh Karya

  • Cover majalah studio 1888 - tidak dikenal
  • Cover majalah "Craftsman" - Gustav Sticley
  • Halaman buku "Morte'd Arthur" - Aubrey Breadsley

Contoh Seniman

  • William Morris
  • Owen Jones
  • Gustav Sticley
  • Aubrey Breadsley
  • Arthur Mc. Murdo
  • Adolf Loos
  • Michael Tonet


“Artichoke”, oleh Henry Dearle untuk William Morris, circa 1897.

Adalah pergerakan revormis yang terpengaruh Inggris dan arsitektur Amerika, seni dekoratif, pembuatan lemari, kriya, dan bahkan “cottage” desain taman dari William Robinson atau Gertrude Jekyll. Lebih dikenal dengan praktisi adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, dkk. Dan artis-artis lain di dalam pergerakan pra-Raphaelit.

Di Amerika, istilah Kriya Amerika atau Gaya Kriya sering digunakan untuk menyumbangkan gaya dari arsitektur, interior desain, dan seni dekorasi yang berlaku antara era dominant dari Art Nouveau dan Art Deco, atau period kasar dari 1910 sampai 1925.

Originalitas dan Kunci Pokok

Pergerakan seni dan kriya dimulai sebagai pencarian untuk gaya otentik dan berarti dari abad 19 dan sebagai reaksi kepada kebangkitan elektik dari gaya sejarah dari era Victorian dan “soulness” produksi mesin yang dibantu oleh revolusi industri. Mempertimbangkan mesin menjadi akar sebab dari semua repitisi, beberapa dari protagonist dari pergerakan ini seluruhnya berubah dari pemakaian mesin dan kerajinan tangan, yang cenderung lebih konsentrasi ke produksi tangan mereka.

Sementara pergerakan seni dan kriya dalam bagian besar dari reaksi ke industrialisasi, jika melihat keseluruhannya, ini antara anti industrial ataupun anti modern. Beberapa dari golongan Eropa percaya bahwa mesin faktanya sangat diperlukan, tapi mereka harusnya hanya bisa digunakan untuk memulihkan rasa bosan dari keduniawian, pekerjaan yang berulang-ulang. Pada waktu yang sama, beberapa pelopor seni dan kriya merasa bahwa objek juga harus bisa memberi penghasilan. Konflik antara kualitas produksi dan desain ‘demo’, dan percobaan untuk memperbaiki keduanya, perdebatan mengenai desain yang mendominasi pada akhir abad 20an.

Yang mencari perjanjian antara efisiensi dari mesin dan kemampuan dari pengrajin bisa menguasai mesin untuk melakukan pekerjaannya, dalam perlawanan yang banyak orang percaya menjadi kenyataan sewaktu era industrial sebagai contoh, manusia telah menjadi budak dari industrial mesin.



Pusat Pemadam Kebakaran Glebe, Sydney, Australia, dalam gaya seni dan kriya.

Walaupun personalitas spontanius dari desainer menjadi lebih terpusat dibanding “gaya” historikal dari desain, tendensi tertentu telah berdiri: pengaruh reformis neo-gothik, kasar dan permukaan seperti “pergubukan”, pengulangan desain, vertical dan bentuk yang diperpanjang. Untuk mengekspresikan kecantikan yang melekat dalam kriya, beberapa produk dengan hati-hati dibiarkan terlihat aga tidak terselesaikan, menghasilkan beberapa efek kasar dan berdegap. Ada juga beberapa sosialis yang agak melunak pada pergerakan ini, dalam tujuan utama lainnya adalah para pengrajin untuk mengambil kepuasan dari apa yang telah mereka hasilkan. Kepuasan ini, dirasakan gerakan dari pendukung ini, benar-benar ditolak total dari proses industri yang melekat dalam produksi mesin.

Faktanya, pendukung dari gerakan seni dan kriya melawan filosofi dari divisi buruh, dimana dalam beberapa kasus bisa menjadi independent dar i kehadiran atau absensi dari mesin. Mereka adalah ide dari para pengrajin, menciptakan semua bagian dari item furnitur, untuk singkatnya, dan juga mengambil bagian dari perkumpulan dan penghabisan, dengan beberapa kemungkinan yang dibantu oleh para pemagang. Ini terjadi dalam kontr as untuk lingkungan pekerja seperti French Manufactories, dimana semua diorientasikan terhadap kemungkinan produksi tercepat. Gerakan seni dan kriya mencoba untuk menyatukan kembali apa yang telah direngut dengan hancur remuk dalam pekerjaan manusia secara alami, mempunyai kerja desainer dengan tangannya pada setiap langkah kreasi. Beberapa dari gerakan rasul terkenal, seperti Morris, adalah lebih dari harapan untuk mendesain suatu produk untuk produksi mesin, dimana ini tidak terlibat dalam divisi yang susah dari pekerja dan kehilangan talenta dalam kerajinan, dimana mereka mence la. Morris mendesain beberapa karpet untuk diproduksi oleh mesin.

Sejarah dari Pergerakan

Red House, Bexleyheath, London (1859), oleh arsitek Philip Webb untuk Morris, adalah eksemplar kerja dari pergerakan ini dalam langkah awalnya. Ada unsur kesengajaan saat mengekspresikan permukaan tekstur dari material biasa, seperti batu dan marmer, dengan asimetrik dan komposisi bangunan aneh. Kemudian Morris membentuk Kelmscott Press dan juga mempunyai took dimana ia mendesain dan menjual produk seperti wallpaper, tekstil, furnitur, dll. Ide Morris muncul dari pemikiran bahwa telah menginformasikan pre-Rafaelitisme, terutama mengikuti publikasi dari buku Ruskin. Buku dari The Stones of Venice dan Unto This Last, keduanya mencoba untuk menghubungkan kesehatan moral dan social dari bangsa kepada kualitas dari arsitektur dan desain. Menurunnya kerajinan pedesaan, mencocol kebangkitan dari social industrialisai, adalah penyebab untuk kekhawatiran untuk banyak desainer dan reforma social, yang takut kekurangan kemampuan dan kreatifitas tradisionalnya. Bagi Ruskin, bangsa yang sehat tergantung dari kemampuan dan pekerja kreatif. Morris dan desainer social lainnya seperti Crane dan Ashbee melihat kedepan untuk masa depan masyarakat tentang kebebasan para pengrajin. Gerakan estetik, yang muncul pada period yang sama, dimasukkan kedalam ide ini. Pada 1881 Home Arts and Industries Association telah disiapkan oleh Eglantyne Louisa Jebb dalam kolaborasi dengan Mary Fraser Tytler (kemudian diganti namanya menjadi Marry Watts) dan lainnya untuk mempromosikan dan melindungi kerajinan pedesaan. Grup dari reformis arsitek, pengikut dari Arthur Mackmurdo, yang kemudian mendirikan Art Workers Guild untuk mempromosikan visi mereka dari integrasi desain dan pembuatan. Crane terpilih sebagai presidennya.

Di Amerika pada akhir 1890an, arsitek, desainer, dan pengajar Boston yang paling berpengaruh memutuskan untuk membawa kepada Amerika reformasi desain y ang dimulai di Inggris oleh William Morris. Pertemuan pertama diadakan pada 4 Januari1987 di Museum of Fine Arts (MFA) untuk mengatur ekshibisi dari kerajinan kontemporer.

Eksibisi seni dan kriya Amerika pertama dibuka pada tanggal 5 April 1897 di Copley Hall, menampilkan lebih dari 1000 objek yang dibuat oleh 160 pengrajin, separuh darinya adalah wanita. Beberapa dari pendukung eksibisi adalah para arsitek, reforma social dan desainer grafik.

Kesuksesan besar dari eksibisi ini memimpimpin perkumpulan seni dan kriya, pada 28 Juni 1897, dengan mandate untuk “mengembangkan dan mendukung standar yang lebih tinggi dalam kerajinan tangan.” 21 penemu tertarik lebih dari penjualan, dan berfokus pada hubungan desaine dengan dunia komersial, mendukung para artis untuk kerja dengan menghasilkan kualitas tertinggi dari desain-desainnya.

Pengaruh Pada Seni Masa Kini

Perhelatan besar-besaran di Eropa, gerakan seni dan kriya kualitas dari kesederhanaanya dan kejujuran dari materi-materi bersejarah menginspirasi para desainer seperti Henry van de Velde dan gerakan seperti Art Nouveau, para Belanda De Stijl, Vienna Secession, dan akhirnya Bauhaus. Pergerakan bisa di akses sebagai intro ke modernisme, dimana bentuk asli, dari asosiasi sejarah, bisa sekali lagi diterapkan ke produksi industrial.

Di Rusia, Viktor Hartmann, Viktor Vasnetsov, dan artis lainnya bergabung dengan Abramtsevo Colony mencoba untuk bangkit dari spirit dan kualitas dari seni dekoratif Rusia pada abad pertengahan dalam pergerakan independent dari Inggris Raya.

The Wiener Werkstätte, ditemukan pada tahun 1903 oleh Josef Hoffmann dan Koloman Moser, mempunyai peran independent dalam perkembangan moderenisme dengan gaya Wiener Werkstätte.

Kebangkitan dari Desain dan Kerajinan Tangan.

Sir Percival oleh Crane dari The Arthurian Legends by Crane from the Arthurian Legends

Dekoratif artis dan pengrajin hingga kini mempunyai kesempatan kecil untuk menampilkan hasil karya mereka di depan public karena seni lebih banyak dilihat daripada dibicarakan.

Dalam kondisi seperti ini dalam menghormati suatu karya seni tanpa suatu penjelasan sejak hal tersebut tidak bisa ditolak bahwa system moderen industrial daripada elemen pribadi yang sangat penting untuk semua bentuk seni, telah dipercaya lebih jauh sampai produksi yang disebut dengan objek ornamental dan penyedia dari tambahan ornamental secara umum, selain sebagai pertumbuhan organic, kebutuhan telah menjadi suatu aplikasi yang salah dari mesin yang secara murni bertujuan untuk komersial.

Pada akhir tahun, kebangkitan telah menjadi protes melawan keyakinan bahwa dengan semua mesin kita yang moderen, nyaman, dan mahal, hidup semakin bertambah buruk Kita tidak bisa mengkonsentrasikan perhatian kita dari gambar dan seni grafis dan menghormatinya sebagai satu bentuk yang harus dikejar tanpa kehilangan rasa dari membangun dan kekuatan dari adaptasi dalam desain pada semua material dan tujuan.

Pergerakan, bagaimanapun, menuju kearah kebangkitan dari desain dan kerajinan tangan, usaha untuk bersatu atau kembali bersatu, para artis dan pengrajin oleh kondisi industrial dari abad kami telah bertumbuh dan mempersatukan kekuatan dari masa lalu.

Ini merefleksikan seni dari kemajuan intelektual dari kebutuhan filosofi fundamental dan ekspresi praktikal dari kondisi filosofi. Ini benar bahwa banyak sisi perbedaan dan manifestasi dan dibawah banyak pengaruh dan paks
aan dari tujuan berbeda.Kemajuan ini merepresentasikan beberapa arti dari revolusi melawan mesin konvensional yang keras dan insensibilitasnya terhadap keindahan. Ini adalah protes melawan apa yang disebut dengan kemajuan indsutri dimana menghasilkan peralatan-peralatan yang kurang bermutu.

Lily Maid of Astolat oleh Crane dari the Arthurian Legends

Seni dan Kriya



Apa itu gerakan Seni dan Kriya?

Gerakan Seni dan Kriya adalah kemajuan seni yang paling penting dan paling berpengaruh yang muncul dari Inggris pada akhir 250 tahun ini.

Istilah paling sederhana dari gerakan seni dan kriya adalah ferakan seni yang didasarkan dari garis bersih dan bentuk fungsional, lebih ke penggunaan material dan

Kegunaan alam sebagai sumber dari semuanya. Ini adalah reaksi melawan fashion Victorian untuk inventif yang menipu dan desain yang terlalu berlebihan.



William Morris adalah figure ayah dari gerakan seni dan kriya dan mengembangkan ketiga filosofinya: kejujuran, dan desain fungsional, penggunaan dari pola alam, dan pentingnya kreatif, kerja manual.

Desainer seni dan kriya tidak percaya dalam memecahkan suatu tradisi. Mereka melihat masa lalu untuk inspirasi untuk masa depan. Gerakan seni dan kriya menginspirasi semua lapisan masyarakat, termasuk aristokratik. Wanita dan para professional. Edukasi merupakan elemen yang sangat penting dari gerakan. Mempersiapkan workshop kriya dan menyediakan pelatihan dalam keahlian keterampilan dilihat sebagai suatu komplementari. Emfasisnya adalah membelajari dengan latihan.

Ini adalah pergerakan yang menantang suatu rasa dari era Victorian yang diinspirasikan oleh kekhawatiran para sosialis seperti Walter Crane dan John Ruskin, bersama dengan idealis dari para reformer dan desainer.


Gerakan seni dan kriya dikembangkan di Inggris pada abad 19. Kemudian setelah itu, gaya ini diambil oleh para desainer Amerika dengan beberapa hasil yang berbeda. Di Amerika Serikat, gaya seni dan kriya dikenal dengan Mission Style.










ART DECO

Art Deco


Adalah sebuah gerakan desain yang populer dari 1920 hingga 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.


Sejarah

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.

Asal Mula Kata Art Deco

Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Pameran itu bertujuan meninjau kembali pameran internasional “l’Expositioan Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Sebelumnya dikenal dengan istilah modern style.

Art Deco merupakan salah satu langgam yang sangat luas penerapannya, berbagai macam contoh dapat kita jumpai, dalam arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta masih banyak lagi contoh lain. Mekipun tersedia beragam benda yang memakai langgam Art Deco, namun tidaklah mudah mendefiniskan bagaimana langgam Art Deco tersebut.

Karena banyaknya negara yang menerapkan langgam ini membuat Art Deco berkembang dengan pesat, hal ini tidak memudahkan pendefinisian langgam yang bangkit populer kembali pada tahun 60-an. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain. Tetapi secara umum mereka mempunyai semangat yang sama yaitu menggunakan ornamen-ornamen tradisional atau historikal, sehingga langgam Art Deco merupakan langgam yang punya muatan lokal.

Meskipun pada awalnya Art Deco merupakan gaya yang mengutamakan hiasan-hiasan tradisional setempat, tetapi ia terbuka terhadap sesuatu yang baru, keterbukaan ini tercermin dalam pemakaian material yang baru dan dengan teknik yang baru, tak jarang pula mereka melakukan penggabungan material, sehingga hasil karya mereka hampir selalu inovatif dan eksperimentatif.

Perkembangan Art Deco tidak lepas dari pengaruh situasi dan kondisi jamannya, pada saat itu di Eropa sedang berlangsung revolusi industri, masyarakat terpesona oleh adanya penemuan-penemuan dan teknologi yang maju dengan pesat. Karakter-karakter teknologi yang menggambarkan kecepatan diejawantahkan ke dalam desain dalam bentuk garis-garis lengkung dan zig-zag.

Arsitektur Art Deco

Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen-ornamen historis, langgam ini juga menerima pengaruh aliran arsitektur yang sedang berkembang saat itu. Gerakan arsitektur modern yang sedang berkembang pada saat itu bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism, International Style, Rationalism, Scandinavian Romanticism dan Neoclassicism, Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, Jugendstil dan Viennese Secession. Mereka ikut mempengaruhi bentukan-bentukan arsitektur Art Deco serta memberikan sentuhan-sentuhan modern. Modern pada saat itu diartikan dengan “berani tampil beda dan baru, tampil lebih menarik dari yang lain dan tidak kuno” kesemuanya itu dimanifestasikan dengan pemilihan warna yang mencolok, proporsi yang tidak biasa, material yang baru dan dekorasi.

Menentukan Gaya Suatu Bangunan
Menentukan gaya sebuah bangunan tidaklah mudah, kita tidak bisa hanya berpedoman pada tahun berdirinya bangunan, lantas kita akan tahu gaya bangunan tersebut. Art Deco mengalami kejayaan pada tahun 1920-1930 tapi bukanlah jaminan apabila bangunan yang dirancang pada tahun 1920-1930 lantas bisa dinamai arsitektur Art Deco, bangunan yang berbentuk kubus menggunakan struktur beton dan tanpa dekorasi sering diklasifikasikan sebagai arsitektur Art Deco karena bentuknya yang geometris, tetapi karena tidak ada dekorasi sama sekali, maka bangunan itu lebih layak untuk tidak digolongkan sebagai arsitektur Art Deco, setidaknya dalam pandangan para purist.

Seni Art Deco termasuk dalam seni terapan, pada arsitektur langgam ini tidak menyuguhkan sesuatu sistem atau solusi yang baru, langgam Art Deco berbicara tentang permukaan dan bentuk. Arsitektur Art Deco merupakan arsitektur ornamen, geometri, energi, retrospeksi, optimisme, warna, tekstur, cahaya dan simbolisme.


Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.

Arsitektur memang menggambarkan kehidupan jaman itu. Pengaruh aliran De Stijl dari Belanda yang menyuguhkan konsep arsitektural “kembali ke bentuk yang sederhana” dan pengkomposisian bentuk-bentuk sederhana menghasilkan pencahayaan dan bayangan yang menarik Aliran ini pula yang banyak mempengaruhi penganut arsitektur Art Deco di Indonesia

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan.

Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah satu kekayaan Arsitektur Indonesia.


Beberapa gambar yang termasuk Art Deco :



Christ Redeemer Statue in Rio de Janeiro, Brazil

(Patung Yesus di Brasil)
Dengan tangan terentang dan terbuka, Patung Yesus berdiri di puncak Gunung Corcovado. Patung Kristus Penebus
ini menghadap ke kota di bawahnya seakan sedang mengawasi hamba-
hambanya. Patung yang berada di Rio de Janeiro, Brasil, ini
merupakan patung Kristus dengan gaya arsitektur art deco.

***


ART DECO BUILDING IN LONDON

Claridges
Brook Street
, London, W1A 2JQ

Basil Ionides, architect (design and interiors 1925-26), Oswald Milne, architect (1929-31)
***




Font Art Deco
***



AMERICAN GOTHIC

Dilukis oleh Grant Wood (American, 1892-1942)
74.3 x 62.4 cm
Oil on Canvas
Sebuah ungkapan yang sebenarnya merujuk pada kondisi Amerika di akhir abad 19 . Ini mungkin sebuah karya fenomenal dari Wood yang melakukan observasi dan term makna "Gothic" itu sendiri. Saat itu konotasi " Gothic" lekat dengan khasanah arsitektural yang dimaknai dalam esensi sebuah lukisan. Visual pasangan yang sangat konvensional, saklek, dingin dan penuh curiga terhadap orang asing, dan membuka makna akan pertanyaan tentang maksud visual lukisan ini.
***



Dancer and Gazelles

th 1916
Oleh Paul Manship
(American, 1886-1966)
826 x .883 x .285 m
terbuat dari perunggu
Sekarang berada di
National Gallery of Art, Washington, DC.
***

Permainan kartu Pack of Discus

Buatan Amerika (
Arrow Playing Card Co.)
tahun 1930
***

Mantle Clock

Buatan Inggris pada tahun 1930.
Terbuat dari kayu.
***


Teko teh "Racing Car"

Pembuatnya Sadler di Inggris
Tahun 1937
***



Diamond & Enamel Hexagonal pin

Pelapis hitam yang halus menambah sentuhan Art Deco menjadi motif yang klasikal.
Pin platinum prancis ini menonjolkan sebuah motif bunga2an dengan garis geometrik yg di soroti oleh lapis email hitam dan kumpulan berlian 2.00 karat.
(94 berlian, warna G-H, kejenihan SI)
pin ini berukuran 1 ¼.

***